Ed

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI BLOGSPOT SAYA INI ..................3DdY

Jumat, 26 September 2014

Rakernas AKKOPSI

 Menko Kesra HR. Agung Laksono didampingi Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron, Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak , Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Walikota Bandung Ridwan Kamil, dll, membuka secara resmi City Sanitation Summit (CSS) ke XVI dan Rakernas Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) 2014 di Gedung Sabuga Bandung, yang berlangsung dari tanggal 17 hingga 19 September 2014.
           Tema besar yang diangkat pada CSS dan Rakerna AKKOPSI, yakni “Sanitasi Yang Baik Menjadikan Kota Lebih Baik”, dengan Sub Tema yang sesuai dengan tekad AKKOPSI, yakni turut mendorong “Pencapaian Universal Access 100% Sanitasi Bagi Indonesia”
           Kota Banjarmasin sebagai anggota ke 5 dari 348 Kabupaten/Kota yang telah menjadi anggota AKKOPSI, turut hadir dan menjadi peserta City Sanitation Summit (CSS) ke XVI serta Rakernas Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) 2014.
 Hadir langsung pada kegiatan tersebut, Walikota Banjarmasin H. Muhidin, Asisten Ekonomi Pembangunan Muhammad Amin, Kepala Bappeda Fajar Desira, Kadis Kebersihan Muhyar, Kadis Sumber Daya Air dan Drainase Mulyanta, Kadis Tata Ruang Ahmad Fanani, Direktur Utama PDAM Muslih dan Direktur Umum PDAM Rahmatullah, serta Dirut PD PAL Muhidin.

           Dalam sambutannya Menko Kesra HR. Agung Laksono mengatakan “Ke depannya tantangan pembangunan sanitasi akan semakin berat, seiring dengan kenaikan target  pembangunan sanitasi dari semula adalah target MDG’s menjadi Universal Acces (100% sanitasi layak) di tahun 2019”.  Untuk itu menurutnya, diperlukan upaya lebih keras lagi dari berbagai pihak baik itu dari Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota.
             Ia berharap melalui AKKOPSI dapat terbentuk komunikasi, koordinasi dan kerjasama antar Kabupaten/Kota  untuk terwujudnya Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP).
             Mengingat AKKOPSI memiliki posisi strategis untuk penyelenggaraan advokasi serta promosi kebijakan Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) kepada para pemimpin daerah, pelaku utama, serta para pemamngku kepentingan (stakeholder) yang fokus dalam penyediaan layanan dasar bagi masyarakat, khususnya dalam sektor pembangunan sanitasi.

             Sementara itu, Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak saat melakukan dialog dalam acara City Sanitation Summit (CSS) dan Rakernas AKKOPSI 2014 mengatakan ; Tahun 2013 tercatat sudah 59,7 persen mencapai akses layanan sanitasi, apabila dikaitkan dengan pencapaian target Millenium Development Goal’s di tahun 2015 tentunya masih terdapat deviasi sebanyak 2,7 persen.  Hasil tersebut tidak diperoleh dengan mudah, pemerintah pusat, provinsi dan kab/kota telah mengucurkan dana yang tidak sedikit dalam rangka pencapaian target tersebut. ´Pencapaian tadi lebih banyak didukung komitmen untuk program percapatan sanitasi permukiman, kita mencoba untuk bagaimana pemerintah daerah menuangkan rancangan tadi dalam buku putih untuk sanitasi yang menggambarkan kondisi eksisting dan tentunya ada strategi dalam penanganan untuk mencapai atau pelaksanaan tahunan untuk mencapai target masing-masing kota.
              Menurut Hermanto,  bahwa  sampai dengan tahun 2014, sudah terdapat 444 kab/kota yang telah mengikuti Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) ataupun yang telah/sedang menyusun dokumen Buku Putih Sanitasi  (BPS) – Strategi Sanitasi Kab/Kota (SSK) / Memorandum Program Sanitasi (MPS) dan terdapat 225 kab/kota yang sudah masuk ke tahap implementasi pembangunan sanitasi.

              City Sanitation Summit merupakan kegiatan pertemuan berkala para Kepala daerah yang dikordinasi oleh AKKOPSI bekerjasama dengan Pemerintah kab/kota yang menjadi penyelenggara, dan telah dilaksanakan sejak 2009, sebagai salah satu bentuk upaya koordinasi dan kerjasama antar kab/kota dalam mencapai tujuan bersama.