Ed

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI BLOGSPOT SAYA INI ..................3DdY

Kamis, 26 Februari 2015

qusud .....februari 26

Layaknya orang bertamu, pastinya pengen ketemu tuan rumah. Beda urusannya jika mau maling; sebisa mungkin jangan sampai ketemu tuan rumah.
Analogi ini pas untuk menggambarkan orang pergi haji dan umrah. Idealnya, jika pergi ke Makkah Madinah, juga harusnya "bertemu Tuhan," karena tujuan orang pergi ke baitullah itu bertamu pada Allah. Baitullah kan berarti rumah Allah. Sampai-sampai orang yang ritual mengitari baitullah berseru: labik Allah huma labaik! Aku datang ya Allah....Aku datang....!
Tetapi, berapa banyak orang yang pergi haji/umrah yang menemukan Tuhan?? Bukan apa-apa, heran saja....betapa banyak orang yang pergi kesana dapetnya cuman gelar Haji? Iya..gelar itu semacam simbol bahwa dirimu sudah pernah kesana. Bukan mengejawantah sebagai sikap seseorang yang pernah bertemu denganNya; ahsani taqwim. Dan simbol, sekali lagi...Tidak akan pernah menjadi hakikat!! Bukankah haji juga bisa jadi Haji-ngan?
Allah itu tidak butuh pemujaanmu dengan simbol, apalagi cuman ritual jungkat jungkit yang hampa, ratusan bahkan ribuan wiridmu....!!
: Menemukan Tuhan itu sederhana, tidak harus pergi ke Makkah Madinah. Karena Baitullah sesungguhnya ada di qalbumu. Sungguh! Dan untuk kesana hanya butuh ikhlas, sabar dan tawadlu'.