Ed

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI BLOGSPOT SAYA INI ..................3DdY

Selasa, 31 Maret 2015

mengambil keputusan dalam hidup i

Pada suatu hari, Luqmanul Hakim mengajak anaknya untuk melakukan perjalanan jauh dengan mengendarai seekor keledai. "Wahai Anakku, naiklah kepunggung keledai, aku yang akan berjalan kaki menuntunnya." sahut Lukmanul Hakim kepada Putranya. Ketika memasuki sebuah perkampungan, org2 yg melihatnya berkata, " anak macam apa itu, dia sendiri di atas keledai sementara ayahnya yg tua dibiarkan berjalan kaki."
Mendengar itu, langkah keledaipun dipercepat hingga meninggalkan perkampungan itu. "Ayah, aku mendengar tadi org2 kampung mencibirku sebagai anak durhaka, karena membiarkan Engkau jalan kaki sementara aku diatas keledai. Biarlah, ayah di atas keledai dan aku berjalan kaki menuntunnya." Pinta Putra Lukamnul Hakim.

'Baiklah kalau begitu Nak," kemudian Lukman naik keledai dan sang anak berjalan kaki menuntunnya. Selang beberapa saat, merekapun tiba disebuah kampung. Melihat kondisi demikian, org2 kampung berkata, "aduuhh, sungguh ayah yg tidak punya perasaan. Anaknya berjalan kaki sedangkan dia di atas keledai. Ayah macam apa itu?"

Setelah melewati kampung kedua, Putra Lukmanul Hakim berkata pada Ayahnya, "Ayah, aku tidak suka mendengar org2 kampung menghina Engkau tadi. Apa tidak lebih baik kita berdua di atas keledai?"

"Baiklah kalau begitu Nak," kemudian merekapun berdua di atas punggung keledai berjalan hingga memasuki kampung ketiga dalam perjalanannya.

"Haii.. lihatlah, dua orang mengendarai seekor keledai kurus, apa mereka tidak punya rasa kasihan sedikitpun terhadap binatang?" Sahut org2 kampung melihat kedatangan Lukmanul Hakim dan Anaknya.

"Ayah, org2 kampung membicarakan kita tidak punya belas kasihan terhadap binatang, lebih baik kita berdua tidak naik keledai. Biarkan kita jalan kaki saja sambil menuntun keledai." Pinta anaknya.

"Baiklah kalau begitu Nak," kemudian Lukamanul Hakim berserta putranya meneruskan perjalanan sambil jalan kaki. Namun dipinggiran kampung, org2 melihat kondisi tersebut kembali mencibir, "Sungguh bodoh kedua org ini, ada keledai tapi jalan kaki. kenapa tidak ditungganginya saja?" Mendengar hal tsb, Lukmanul Hakim mempercepat langkahnya hingga tiba ditepi hutan.

"Anakku, mari kita istirahat sejenak dibawah pohon itu." Ajak Lukmanul Hakim.
Setelah mereka berdua duduk di bawah pohon rindang, Lukmanul Hakim kemudian berkata kepada anaknya, "Anakku. apa yang telah kita alami selama perjalanan ini adalah pelajaran yang sangat berharga. Jika engkau mengikuti keinginan setiap orang, maka Engkau akan terombang-ambing dalam ketidakpastian. Engkau akan berbuat hanya demi menyenangkan hati kebanyakan orang tapi akan menyiksa dirimu sendiri. Engkau akan hidup bagai daun-daun kering yg terbang tanpa tujuan mengikuti kehendak angin."

Sambil memeluk pundak anaknya, Lukmanul hakim berkata pelan melanjutkan, "Catat wahai anakku ... Engkau harus memiliki keyakinan kuat dan ketetapan hati dalam mengambil keputusan dalam hidup ini."