Ed

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI BLOGSPOT SAYA INI ..................3DdY

Minggu, 07 Juni 2015

Renungan

Sebuah Renungan
"UANG Rp.1.000 vs Rp.100.000"
Sama-sama terbuat dari kertas, sama-sama dicetak dan diedarkan oleh dan dari Bank Indonesia.
Pada saat bersamaan mereka keluar dan berpisah dari Bank dan beredar di masyarakat.
Empat bulan kemudian mereka bertemu lagi secara tidak sengaja di dalam dompet seorang pemuda.
Kemudian diantara kedua uang tersebut terjadilah percakapan
Yang Rp.100.000 bertanya kepada yang Rp.1000
"kenapa badan kamu begitu lusuk, kotor dan bau amis?"
Dijawablah oleh Rp.1000
"karena aku begitu keluar dari Bank langsung ditangan
orang-orang bawahan, dari
tukang becak,
tukang sayur,
penjual ikan dan
di tangan pengemis"
Lalu Rp.1000 bertanya balik
"kenapa kamu kelihatan begitu baru, rapi dan masih bersih?"
Dijawabnya
"karena begitu aku keluar dari Bank, langsung disambut
perempuan cantik dan
beredarnyapun di restauran mahal, di mall dan jg hotel-hotel berbintang serta keberadaanku selalu dijaga dan jarang keluar dari dompet"
Lalu Rp.1000 bertanya lagi
"pernahkah engkau mampir di tempat ibadah?"
Dijawablah oleh Rp.100.000
"belum pernah "
Rp.1000. pun berkata lagi
"ketahuilah walaupun keadaanku seperti ini adanya,
setiap jum'at aku selalu mampir di Masjid-Masjid, Minggu di Gereja-Gereja, Vihara, Klenteng, Pure dan
ditangan anak-anak yatim, bahkan aku selalu bersyukur kepada Tuhan karena aku tidak dipandang manusia bukan karena nilai tapi yang dipandang adalah sebuah manfaat."
Akhirnya menangislah uang Rp.100.000 karena merasa besar,
hebat, tinggi tapi tidak begitu bermanfaat selama ini.
Jadi bukan seberapa besar penghasilan Anda, tapi seberapa bermanfaat penghasilan Anda itu.
Karena kekayaan bukanlah untuk kesombongan.
Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang selalu MENSYUKURI NIKMAT dan
MEMBERI MANFAAT untuk semesta alam serta dijauhkan dari sifat sombong. Aamiin....