Ed

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI BLOGSPOT SAYA INI ..................3DdY

Jumat, 04 Desember 2015

Seminar Maghrib Mengaji 2015

 Penjabat Walikota Banjarmasin Drs. H.M.Thamrin, M.Si dalam sambutannya saat membuka kegiatan ini menyampaikan Semoga dengan hidupnya kembali kebiasaan mahgrib mengaji anak-anak dan para remaja dilingkungan sekitar kita terbina akhlaknya.

Dalam arahannya beliau menyampaikan, kegiatan maghrib mengaji membawa dampak yang sangat positif dalam berbagai aspek diantaranya, Aspek Afektif mengaji secara tidak langsung mampu mempengaruhi sifat anak menjadi lebih peka terhadap sifat Ketuhanan, Aspek Kognitif dengan menghafal surat pendek atau membaca susunan ayat Al-Qur’an akan memperkuat struktur otak kemampuan mengingat dan menggunakan daya nalar, serta Aspek Psikomotorik membaca Al-Qur’an dengan tekanan dan lafal yang baik dapat meningkatkan kemampuan (skill) anak dalam bertidak dan belajar.
 Seminar “Mahgrib Mengaji” dilaksanakan di Aula Kayuh Baimbai Kota Banjarmasin, Kamis (3/12) pagi, kerja sama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjarmasin dengan Pemko Banjarmasin.

Seminar diisi oleh Drs, HM.Nur Maksum, MSI. Mengenai Nilai Budaya yang “Hilang” dalam Masyarakat Banjar,Ia menyampaikan “Mahgrib Mengaji” suatu budaya yang secara turun temurun dalam masyarakat Banjar yang relegius nampak sudah mulai surut bahkan mungkin sudah mulai hilang.
  Ia berpendapat bisa saja penyebabnya adalah derasnya arus budaya global tentu saja budaya yang negatif, solusi dari permasalahan itu diantaranya menanamkan sedini mungkin kepada anak cucu kita bahwa budaya mengaji setelah shalat mahgrib menjadikan anak cucu kita akan cerdas lahir dan batin, mendapat ganjaran pahala di sisi Allah dan Perlu di masyarakatkan budaya mahgrib mengaji di mesjid-mesjid, mushalla-mushalla dan langgar, serta perlu adanya Peraturan Daerah yang mengikat untuk melestarikan nilai budaya yang hampir punah bahkan “hilang” dari masyarakat banjar.
Kegiatan ini bertujuan untuk membudayakan dan menghidupkan kembali budaya mengaji setelah sholat mahgrib dalam masyarakat banjar.